“Ketika sebuah
harapan dan kepastian belum juga muncul, haruskah aku menyerah untuk sesuatu
yang belum tentu terwujud? Ketika matahari pagi seakan ditahan untuk terbit
untuk kesekian kalinya,…”
Teringat Cerita
tentang cerita cie hui yang hampir meninggalkan
dalimunte agar terpaksa pergi jauh darinya,hampir sia-sia
waktu yang bertahun-tahun ia rajut hanya untuk menunggu sang dali yang belum
juga menentukan ketentuan pasti akan kata yang ditunggunya, dali
melakukannya karena di ganjal dengan aib
keluarga yang tak mungkin ia lakukan, hingga bertahun-tahun ci-hui menggunya…
hingga keadaan memaksanya untuk menghapus semua harapan yang telah ia ukir
bersama dali.. kala itu , pintu pesawat telah
tertutup, mewakili hati cie-hui yang telah tertutup untuk dali dan terpaksa di
gantikan dengan seseorang yang telah orang tuanya pilihkan untuknya… pupus lah
perasaan dali yang menyesal telah tega “menarik-ulurkan” perasaan cie-hui selama bertahun-tahun itu.namun, suara
langkahan kaki yang terdengar cepat langsung mendekati dali dengan lirnangan
air mata, ci-hui.ia yakin bahwa dali
akan menghampirinya ke sini ,ia yakin dali akan mencegahnya untuk pergi,hingga
akhirnya …kesabaran dan percaya adalah kuncinya… (inspirasi: novel
Bidadari-bidadari Surga)
Beda lagi dengan kisah cinta dari guru matematika ku yang
akhirnya menikah dengan pacar ke sembilannya, kala itu ia tidak
memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya kepada guruku, “Meskipun sekarang kau dengan orang lain, namun aku
yakin suatu saat nanti kau pasti akan menjadi milikku” kalimat itulah
yang menjadi acuan sebagai penyemangat untuk menunggu guruku yang saat itu
disukainya telah bersama dengan orang lain,lucunya ia terus menulis segala catatan tentang guruku
dan kehidupannya di buku hutang yang dimilikinya. dan setelah bertahun-tahun tidak bertemu,
suatu saat akhirnya ia memberikan buku itu kepada guruku saat menonton bola
dengan romantisnya… *sungguh ending yang bahagia… (inspirasi: kisah nyata dari
guru matematikaku)
Jelek dan tidak
populer itulah kesan pertama yang akan muncul saat pertama kali melihat tokoh
p’nam, berbanding terbalik dengan idolanya yaitu p’shone yang sangat tampan dan terkenal di
sekolah , p’nam sangat menyukai p’shone, gadis hitam berkacamata itu telah
melakukan 9 cara untuk menaklukkan p’shone yang berbeda jauh dengannya,namun
gagal. Hingga akhirnya teater putri salju
lah yang membuka peluang untuk mereka agar bisa dekat, meski akhirnya
p’nam di tembak dengan sahabat p’shone sendiri. Meski nam tidak suka,setidaknya
itu telah membuatnya satu langkah bisa lebih dekat dengan shone… kelulusan
telah tiba dan akhirnya perasaan p’nam yang selama ini di pendam selama SMP ia
ungkapkan semua kepada shone,saat itu shone telah membohongi perasaannya kepada
nam, meski setelah itu kenyataannya hati shone telah terkunci untuk sahabatnya
sendiri… coklat,mawar dan kancing,menjadi saksi bisu akan cinta mereka berdua.
P’nam yang memiliki masa depan cerah sebagai desainer mudapun tetap menjaga
cintanya kepada p’shone,hingga akhirnya mereka dapat bertemu kembali dengan
rasa cinta yang tak jua berubah.sungguh pasangan yang penuh dengan kesabaran…
(inspirasi: film “the little crazy thing called love”)
Lain lagi dengan kisah kak laisa yang
merelakan kisah remajanya untuk
adik-adiknya,rela untuk menghabiskan masa-masa indahnya itu untuk membantu sang
ibu bekerja di ladang hanya untuk membiayai pendidikan keempat adiknya.semakin
dewasa laisa akhirnya mengenal kata menyukai lawan jenis,namun karena
keterbatasan fisik kak laisa yang jauh berbeda dengan adiknya yaitu
yashinta,tak ada lelaki yang mau dengannya. Tapi yang jelas, Meskipun fisik kak
lais tidak secantik ladang strawberry yang ditanaminya bertahun-tahun di
lembah,ia tetap memiliki hati yang cantik.secantik bidadari-bidadari surga.dalimunte
mencoba untuk mencarikan jodoh untuk kakak tersayangnya itu,namun setelah
beberapa kali ia mencoba tetap saja gagal,hingga akhirnya ada seorang laki-laki
yang hendak mempersunting kak laisa sebagai istri “kedua”,namun karena mungkin
bukan jodoh,resepsi itu gagal karena istri pertama lelaki tersebut terlanjur
diketahui baru hamil muda. Kak laisa terus bersabar akan keadaannya itu,
walaupun ia telah di “langkahi” untuk menikah oleh adik-adiknya itu.ia tetap
sabar untuk menungu jodoh yang akan ALLAH SWT berikan kepadanya,walau memang
itu menjadi aib keluarga karena hingga tua,dan hingga ia meninggal tak ada juga
lelaki menikahinya.sungguh kesabarannya itu mencontohkan kita utuk selalu
bertawakal kepada ALLAH SWT untuk terus menjaga cinta suci yang telah ALLAH SWT
titipkan kepada kita hanya untuk seseorang yang telah halal untuk kita…
(inspirasi: novel Bidadari-bidadari Surga)
kesabaran cinta yang
ini juga berbeda dengan yang diatas,Walaupun usianya sudah wajar untuk
menikah,zahrana belum minat untuk memilih pendamping hidup,ia terus menggali
ilmu dan mendapatkan banyak penghargaan.anak semata wayang ibu dan bapak itu
akhirnya di juluki “perawan tua” di desanya dan banyak pertanyaan tentang
dirinya itu,sakit memang dijuluki seperti itu,namun rana tetap sabar menghadapinya.
Suatu saat bapak sakit keras dan meminta rana untuk menikah,ia mencarikan rana
calon suami,mulai dari satpam dan lain sebagainya. Banyak memang yang ingin
dengan rana,bagaimana tidak? Sudah cantik,sholeha,berpendidikan tinggi
pula.namun dari pilihan bapaknya itu tak ada yang membuat rana tertarik,hingga
akhirnya ia meminta seseorang untuk mencarikan seseorang yang cocok dengannya,
dan rahmat tukang kerupuk keliling telah berhasil mendapatkan tempat di hati
rana,walaupun ia seorang duda dan berprofesi hanya sebaga tukang kerupuk,tapi
inilah sucinya cinta zahrana,ia memandang rahmat dari keteguhan hatinya
beragama,tak lain daripada itu.walaupun satu hari sebelum hari H prosesi
pernikahan,rahmat dikabarkan telah meninggal. Sungguh itu membuat rana shock
dan memaksanya mengubur jauh jauh impian menikahnya itu didepan bapak. Namun
berkat kesabarannya itu akhirnya ALLAH SWT membalasnya dengan seimbang,yaitu
dengan memberikan jodoh yang lebih dari rahmat… (inspirasi: film “cinta suci
zahrana”)
sahabat yang
insyaallah diridhai ALLAH SWT, bersabarlah untuk menunggu ia yang belum halal
untuk kita. Cinta yang suci bukankah sulit untuk jaga? Cinta yang murni karena
ALLAH SWT bukankah jarang kita temui? dan sesungguhnya jika dia belum
ditakdirkan untuk kita,teruslah memperbaiki diri.mungkin kita belum pantas
untuk lelaki baik seperti ia.dan ingat “perempuan baik untuk laki laki baik,begitupun
sebaliknya”. jadi teruslah bersabar untuk menunggu dia, “sesungguhnya
orang yang kuat itu bukanlah orang yang bisa mengangkat berat hingga ber
to-ton,namun orang yang kuat untuk bisa menahan syahwatnya” -Lisa-

Wew.... beautiful blog :)
BalasHapusvisit http://faridpelajar.blogspot.com/ :p
BalasHapus