Cinta itu nggak melulu manis,
Judul : Cinta Afika
Penulis :
Melia Love
Penerbit :
MEDIA PRESSINDO
Tahun terbit :
Tahun 2012
Fino melempar bola kertas yang
terakhir sekaligus yang paling besar. Bola kertas itu melewati Zero yang
mengelak sambil menunduk. Bola kertas itu terus bergerak,melayang, dan
berputar-putar menuju ke arah seorang gadis yang berjalan sambil membaca buku.
ZZZHTTTT
Dengan sigap gadis itu memiringkan
kepalanya ke kanan dengan gerakan badan mengikuti ayunan kepala. Bola kertas
itu melewati kepalanya kemudian mendarat mulus di lantai.
“beruntung banget sih lo sheil! gue
mupeng banget nih.eh,tapi lo dapet duit dari mana? Jangan bilang dari nyokap
lo,karena gue yakin lo masih dapat hukuman pemangkasan uang jajan gara-gara
keborosan lo itu” tanya Gita.
“ah,lo kayak nggak tahu gue aja. Buat
apa punya pacar tajir kalau nggak di manfaatin,” Sheila menjawab cuek.
“what? Maksud lo Fino?” Sheila hanya
menjawab dengan senyum nggak jelas.
Tekad fino sudah bulat,ia akan
memutuskan Sheila dan melepaskan semua atribut kemewahannya. Ia lelah menyadari
kenyataan bahwa orang-orang di sekelilingnya terbukti hanya memanfaatkannya
saja.
Fino memasuki gerbang sekolah
barunya.SMA Tunas Harapan. Sekolah ini hampir sama mewahnya dengan sekolah Fino
yang dulu. Bedanya adalah siswa yang bersekolah disini tak hanya dari kalangan
atas namun anak-anak kurang mampu yang berprestasi di bidang akademik bahkan
olahraga. Umumnya mereka mendapatkan beasiswa dari sekolah .
Fino duduk di ruang UKS,dirinya sibuk
memerhatikan Afika yang bergerak mengambil kapas dan beberapa obat. Fino
tersenyum geli melihat kondisinya saat ini. Mungkin ini yang dinamakan sengsara
membawa nikmat.pikirnya.
Fino terus menatap wajah Afika,entah
kenapa dia merasa sangat tenang saat menatap wajah cantik itu. mendadak dia
ingin berlama-lama diobati Afika. Bahkan dia berharap lukanya semakin melebar.
Penggunaan bahasa untuk orang tua
tokoh di sini langsung menyebutkan nama, sehingga membuat pembaca bingung apa
status orang tersebut, selain itu cara memanggil yang seperti tadi terdengar
kurang sopan. Namun, jalan cerita dalam Novel ini terasa tidak asing lagi dengan
kehidupan remaja jaman sekarang dan bahasanya juga di kemas dalam bahasa anak
muda sehari-hari sehingga membuat kita, sebagai seorang pembaca. Tidak merasa canggung untuk ikut masuk dalam
cerita.
SINOPSIS
“denger ya,sheila! Gue udah tahu
semua belang lo! berhenti ganggu hidup gue dan berhenti lo nyari-nyari gue! Gue
udah muak liat tingkah cewek nggak tah diri kayak lo. Penipu!” ucap Fino tegas.
“maksud kamu apa sih,beib? Aku tuh nggak matre,aku nggak sok manis,yang
ada aku beneran sayang sama kamu,” jawab Sheila selembut mungkin. “em..
sori,kayaknya ini bukan urusanku, aku pergi dulu, ya,” ucap Afika datar lalu
meninggalkan mereka.
Fino,Afika dan Sheila. Tiga sosok yang mewakili remaja masa kini. Fino
yang kaya dan tampan,Afika gadis sederhana yang memiliki pemikiran dewasa dan
selalu rendah hati, dan Sheila gadis cantik yang berprinsip fashion di atas
segalanya. Ketiganya memiliki konflik cinta yang saling berkaitan,ruwet seperti
benang kusut.
TENTANG PENULIS
Melia Love Yanti, akrab di panggil melia adalah mahasiswa semester enam
Universitas Sriwijaya. Mencintai dunia tulis sejak SMP hingga sekarang.hobinya
disamping menulis dalah bermain biola. Di waktu senggang ,sering kali ia isi
dengan blogwalking.
Melialovelystar.blogspot.com
Facebook: Melia Love Yanti
@Melia_Lovey

Tidak ada komentar:
Posting Komentar