Selasa, 18 Desember 2012

Motivasi Cinta untuk Menunggu Dia yang belum Halal untuk Kita



“Ketika sebuah harapan dan kepastian belum juga muncul, haruskah aku menyerah untuk sesuatu yang belum tentu terwujud? Ketika matahari pagi seakan ditahan untuk terbit untuk kesekian kalinya,…”

Teringat Cerita tentang cerita cie hui yang hampir meninggalkan  dalimunte  agar  terpaksa pergi jauh darinya,hampir sia-sia waktu yang bertahun-tahun ia rajut hanya untuk menunggu sang dali yang belum juga menentukan ketentuan pasti akan kata yang ditunggunya, dali melakukannya  karena di ganjal dengan aib keluarga yang tak mungkin ia lakukan, hingga bertahun-tahun ci-hui menggunya… hingga keadaan memaksanya untuk menghapus semua harapan yang telah ia ukir bersama dali..  kala itu , pintu pesawat telah tertutup, mewakili hati cie-hui yang telah tertutup untuk dali dan terpaksa di gantikan dengan seseorang yang telah orang tuanya pilihkan untuknya… pupus lah perasaan dali yang menyesal telah tega “menarik-ulurkan” perasaan cie-hui  selama bertahun-tahun itu.namun, suara langkahan kaki yang terdengar cepat langsung mendekati dali dengan lirnangan air mata, ci-hui.ia  yakin bahwa dali akan menghampirinya ke sini ,ia yakin dali akan mencegahnya untuk pergi,hingga akhirnya …kesabaran dan percaya adalah kuncinya… (inspirasi: novel Bidadari-bidadari Surga)

Beda lagi dengan  kisah cinta dari guru matematika ku yang akhirnya menikah dengan pacar ke sembilannya, kala itu ia  tidak  memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya kepada guruku, “Meskipun sekarang kau dengan orang lain, namun aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan menjadi milikku”  kalimat itulah yang menjadi acuan sebagai penyemangat untuk menunggu guruku yang saat itu disukainya telah bersama dengan orang lain,lucunya ia  terus menulis segala catatan tentang guruku dan kehidupannya di buku hutang yang dimilikinya.  dan setelah bertahun-tahun tidak bertemu, suatu saat akhirnya ia memberikan buku itu kepada guruku saat menonton bola dengan romantisnya… *sungguh ending yang bahagia… (inspirasi: kisah nyata dari guru matematikaku)

Jelek dan tidak populer itulah kesan pertama yang akan muncul saat pertama kali melihat tokoh p’nam, berbanding terbalik dengan idolanya yaitu  p’shone yang sangat tampan dan terkenal di sekolah , p’nam sangat menyukai p’shone, gadis hitam berkacamata itu telah melakukan 9 cara untuk menaklukkan p’shone yang berbeda jauh dengannya,namun gagal. Hingga akhirnya teater putri salju  lah yang membuka peluang untuk mereka agar bisa dekat, meski akhirnya p’nam di tembak dengan sahabat p’shone sendiri. Meski nam tidak suka,setidaknya itu telah membuatnya satu langkah bisa lebih dekat dengan shone… kelulusan telah tiba dan akhirnya perasaan p’nam yang selama ini di pendam selama SMP ia ungkapkan semua kepada shone,saat itu shone telah membohongi perasaannya kepada nam, meski setelah itu kenyataannya hati shone telah terkunci untuk sahabatnya sendiri… coklat,mawar dan kancing,menjadi saksi bisu akan cinta mereka berdua. P’nam yang memiliki masa depan cerah sebagai desainer mudapun tetap menjaga cintanya kepada p’shone,hingga akhirnya mereka dapat bertemu kembali dengan rasa cinta yang tak jua berubah.sungguh pasangan yang penuh dengan kesabaran… (inspirasi: film “the little crazy thing called love”)

 Lain lagi dengan kisah kak laisa yang merelakan kisah remajanya  untuk adik-adiknya,rela untuk menghabiskan masa-masa indahnya itu untuk membantu sang ibu bekerja di ladang hanya untuk membiayai pendidikan keempat adiknya.semakin dewasa laisa akhirnya mengenal kata menyukai lawan jenis,namun karena keterbatasan fisik kak laisa yang jauh berbeda dengan adiknya yaitu yashinta,tak ada lelaki yang mau dengannya. Tapi yang jelas, Meskipun fisik kak lais tidak secantik ladang strawberry yang ditanaminya bertahun-tahun di lembah,ia tetap memiliki hati yang cantik.secantik bidadari-bidadari surga.dalimunte mencoba untuk mencarikan jodoh untuk kakak tersayangnya itu,namun setelah beberapa kali ia mencoba tetap saja gagal,hingga akhirnya ada seorang laki-laki yang hendak mempersunting kak laisa sebagai istri “kedua”,namun karena mungkin bukan jodoh,resepsi itu gagal karena istri pertama lelaki tersebut terlanjur diketahui baru hamil muda. Kak laisa terus bersabar akan keadaannya itu, walaupun ia telah di “langkahi” untuk menikah oleh adik-adiknya itu.ia tetap sabar untuk menungu jodoh yang akan ALLAH SWT berikan kepadanya,walau memang itu menjadi aib keluarga karena hingga tua,dan hingga ia meninggal tak ada juga lelaki menikahinya.sungguh kesabarannya itu mencontohkan kita utuk selalu bertawakal kepada ALLAH SWT untuk terus menjaga cinta suci yang telah ALLAH SWT titipkan kepada kita hanya untuk seseorang yang telah halal untuk kita… (inspirasi: novel Bidadari-bidadari Surga)

kesabaran cinta yang ini juga berbeda dengan yang diatas,Walaupun usianya sudah wajar untuk menikah,zahrana belum minat untuk memilih pendamping hidup,ia terus menggali ilmu dan mendapatkan banyak penghargaan.anak semata wayang ibu dan bapak itu akhirnya di juluki “perawan tua” di desanya dan banyak pertanyaan tentang dirinya itu,sakit memang dijuluki seperti itu,namun rana tetap sabar menghadapinya. Suatu saat bapak sakit keras dan meminta rana untuk menikah,ia mencarikan rana calon suami,mulai dari satpam dan lain sebagainya. Banyak memang yang ingin dengan rana,bagaimana tidak? Sudah cantik,sholeha,berpendidikan tinggi pula.namun dari pilihan bapaknya itu tak ada yang membuat rana tertarik,hingga akhirnya ia meminta seseorang untuk mencarikan seseorang yang cocok dengannya, dan rahmat tukang kerupuk keliling telah berhasil mendapatkan tempat di hati rana,walaupun ia seorang duda dan berprofesi hanya sebaga tukang kerupuk,tapi inilah sucinya cinta zahrana,ia memandang rahmat dari keteguhan hatinya beragama,tak lain daripada itu.walaupun satu hari sebelum hari H prosesi pernikahan,rahmat dikabarkan telah meninggal. Sungguh itu membuat rana shock dan memaksanya mengubur jauh jauh impian menikahnya itu didepan bapak. Namun berkat kesabarannya itu akhirnya ALLAH SWT membalasnya dengan seimbang,yaitu dengan memberikan jodoh yang lebih dari rahmat… (inspirasi: film “cinta suci zahrana”)

sahabat yang insyaallah diridhai ALLAH SWT, bersabarlah untuk menunggu ia yang belum halal untuk kita. Cinta yang suci bukankah sulit untuk jaga? Cinta yang murni karena ALLAH SWT bukankah jarang kita temui? dan sesungguhnya jika dia belum ditakdirkan untuk kita,teruslah memperbaiki diri.mungkin kita belum pantas untuk lelaki baik seperti ia.dan ingat “perempuan  baik untuk laki laki baik,begitupun sebaliknya”. jadi teruslah bersabar untuk menunggu dia, “sesungguhnya orang yang kuat itu bukanlah orang yang bisa mengangkat berat hingga ber to-ton,namun orang yang kuat untuk bisa menahan syahwatnya”    -Lisa-

Sabtu, 15 Desember 2012

Resensi novel "Cinta Afika"


Cinta itu nggak melulu manis,
terkadang ada asamnya juga,seperti jeruk.

Judul                    : Cinta Afika
Penulis                : Melia Love
Penerbit              : MEDIA PRESSINDO
Tahun terbit        : Tahun 2012


Fino melempar bola kertas yang terakhir sekaligus yang paling besar. Bola kertas itu melewati Zero yang mengelak sambil menunduk. Bola kertas itu terus bergerak,melayang, dan berputar-putar menuju ke arah seorang gadis yang berjalan sambil membaca buku.
ZZZHTTTT
Dengan sigap gadis itu memiringkan kepalanya ke kanan dengan gerakan badan mengikuti ayunan kepala. Bola kertas itu melewati kepalanya kemudian mendarat mulus di lantai.
“beruntung banget sih lo sheil! gue mupeng banget nih.eh,tapi lo dapet duit dari mana? Jangan bilang dari nyokap lo,karena gue yakin lo masih dapat hukuman pemangkasan uang jajan gara-gara keborosan lo itu” tanya Gita.
“ah,lo kayak nggak tahu gue aja. Buat apa punya pacar tajir kalau nggak di manfaatin,” Sheila menjawab cuek.
“what? Maksud lo Fino?” Sheila hanya menjawab dengan senyum nggak jelas.
Tekad fino sudah bulat,ia akan memutuskan Sheila dan melepaskan semua atribut kemewahannya. Ia lelah menyadari kenyataan bahwa orang-orang di sekelilingnya terbukti hanya memanfaatkannya saja.
Fino memasuki gerbang sekolah barunya.SMA Tunas Harapan. Sekolah ini hampir sama mewahnya dengan sekolah Fino yang dulu. Bedanya adalah siswa yang bersekolah disini tak hanya dari kalangan atas namun anak-anak kurang mampu yang berprestasi di bidang akademik bahkan olahraga. Umumnya mereka mendapatkan beasiswa dari sekolah .
Fino duduk di ruang UKS,dirinya sibuk memerhatikan Afika yang bergerak mengambil kapas dan beberapa obat. Fino tersenyum geli melihat kondisinya saat ini. Mungkin ini yang dinamakan sengsara membawa nikmat.pikirnya.
Fino terus menatap wajah Afika,entah kenapa dia merasa sangat tenang saat menatap wajah cantik itu. mendadak dia ingin berlama-lama diobati Afika. Bahkan dia berharap lukanya semakin melebar.

Penggunaan bahasa untuk orang tua tokoh di sini langsung menyebutkan nama, sehingga membuat pembaca bingung apa status orang tersebut, selain itu cara memanggil yang seperti tadi terdengar kurang sopan. Namun, jalan cerita dalam Novel ini terasa tidak asing lagi dengan kehidupan remaja jaman sekarang dan bahasanya juga di kemas dalam bahasa anak muda sehari-hari sehingga membuat kita, sebagai seorang pembaca.  Tidak merasa canggung untuk ikut masuk dalam cerita.

SINOPSIS

 “denger ya,sheila! Gue udah tahu semua belang lo! berhenti ganggu hidup gue dan berhenti lo nyari-nyari gue! Gue udah muak liat tingkah cewek nggak tah diri kayak lo. Penipu!” ucap Fino tegas.
“maksud kamu apa sih,beib? Aku tuh nggak matre,aku nggak sok manis,yang ada aku beneran sayang sama kamu,” jawab Sheila selembut mungkin. “em.. sori,kayaknya ini bukan urusanku, aku pergi dulu, ya,” ucap Afika datar lalu meninggalkan mereka.

Fino,Afika dan Sheila. Tiga sosok yang mewakili remaja masa kini. Fino yang kaya dan tampan,Afika gadis sederhana yang memiliki pemikiran dewasa dan selalu rendah hati, dan Sheila gadis cantik yang berprinsip fashion di atas segalanya. Ketiganya memiliki konflik cinta yang saling berkaitan,ruwet seperti benang kusut.


TENTANG PENULIS

Melia Love Yanti, akrab di panggil melia adalah mahasiswa semester enam Universitas Sriwijaya. Mencintai dunia tulis sejak SMP hingga sekarang.hobinya disamping menulis dalah bermain biola. Di waktu senggang ,sering kali ia isi dengan blogwalking.

Melialovelystar.blogspot.com
Facebook: Melia Love Yanti
@Melia_Lovey