Selasa, 18 Desember 2012

Motivasi Cinta untuk Menunggu Dia yang belum Halal untuk Kita



“Ketika sebuah harapan dan kepastian belum juga muncul, haruskah aku menyerah untuk sesuatu yang belum tentu terwujud? Ketika matahari pagi seakan ditahan untuk terbit untuk kesekian kalinya,…”

Teringat Cerita tentang cerita cie hui yang hampir meninggalkan  dalimunte  agar  terpaksa pergi jauh darinya,hampir sia-sia waktu yang bertahun-tahun ia rajut hanya untuk menunggu sang dali yang belum juga menentukan ketentuan pasti akan kata yang ditunggunya, dali melakukannya  karena di ganjal dengan aib keluarga yang tak mungkin ia lakukan, hingga bertahun-tahun ci-hui menggunya… hingga keadaan memaksanya untuk menghapus semua harapan yang telah ia ukir bersama dali..  kala itu , pintu pesawat telah tertutup, mewakili hati cie-hui yang telah tertutup untuk dali dan terpaksa di gantikan dengan seseorang yang telah orang tuanya pilihkan untuknya… pupus lah perasaan dali yang menyesal telah tega “menarik-ulurkan” perasaan cie-hui  selama bertahun-tahun itu.namun, suara langkahan kaki yang terdengar cepat langsung mendekati dali dengan lirnangan air mata, ci-hui.ia  yakin bahwa dali akan menghampirinya ke sini ,ia yakin dali akan mencegahnya untuk pergi,hingga akhirnya …kesabaran dan percaya adalah kuncinya… (inspirasi: novel Bidadari-bidadari Surga)

Beda lagi dengan  kisah cinta dari guru matematika ku yang akhirnya menikah dengan pacar ke sembilannya, kala itu ia  tidak  memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya kepada guruku, “Meskipun sekarang kau dengan orang lain, namun aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan menjadi milikku”  kalimat itulah yang menjadi acuan sebagai penyemangat untuk menunggu guruku yang saat itu disukainya telah bersama dengan orang lain,lucunya ia  terus menulis segala catatan tentang guruku dan kehidupannya di buku hutang yang dimilikinya.  dan setelah bertahun-tahun tidak bertemu, suatu saat akhirnya ia memberikan buku itu kepada guruku saat menonton bola dengan romantisnya… *sungguh ending yang bahagia… (inspirasi: kisah nyata dari guru matematikaku)

Jelek dan tidak populer itulah kesan pertama yang akan muncul saat pertama kali melihat tokoh p’nam, berbanding terbalik dengan idolanya yaitu  p’shone yang sangat tampan dan terkenal di sekolah , p’nam sangat menyukai p’shone, gadis hitam berkacamata itu telah melakukan 9 cara untuk menaklukkan p’shone yang berbeda jauh dengannya,namun gagal. Hingga akhirnya teater putri salju  lah yang membuka peluang untuk mereka agar bisa dekat, meski akhirnya p’nam di tembak dengan sahabat p’shone sendiri. Meski nam tidak suka,setidaknya itu telah membuatnya satu langkah bisa lebih dekat dengan shone… kelulusan telah tiba dan akhirnya perasaan p’nam yang selama ini di pendam selama SMP ia ungkapkan semua kepada shone,saat itu shone telah membohongi perasaannya kepada nam, meski setelah itu kenyataannya hati shone telah terkunci untuk sahabatnya sendiri… coklat,mawar dan kancing,menjadi saksi bisu akan cinta mereka berdua. P’nam yang memiliki masa depan cerah sebagai desainer mudapun tetap menjaga cintanya kepada p’shone,hingga akhirnya mereka dapat bertemu kembali dengan rasa cinta yang tak jua berubah.sungguh pasangan yang penuh dengan kesabaran… (inspirasi: film “the little crazy thing called love”)

 Lain lagi dengan kisah kak laisa yang merelakan kisah remajanya  untuk adik-adiknya,rela untuk menghabiskan masa-masa indahnya itu untuk membantu sang ibu bekerja di ladang hanya untuk membiayai pendidikan keempat adiknya.semakin dewasa laisa akhirnya mengenal kata menyukai lawan jenis,namun karena keterbatasan fisik kak laisa yang jauh berbeda dengan adiknya yaitu yashinta,tak ada lelaki yang mau dengannya. Tapi yang jelas, Meskipun fisik kak lais tidak secantik ladang strawberry yang ditanaminya bertahun-tahun di lembah,ia tetap memiliki hati yang cantik.secantik bidadari-bidadari surga.dalimunte mencoba untuk mencarikan jodoh untuk kakak tersayangnya itu,namun setelah beberapa kali ia mencoba tetap saja gagal,hingga akhirnya ada seorang laki-laki yang hendak mempersunting kak laisa sebagai istri “kedua”,namun karena mungkin bukan jodoh,resepsi itu gagal karena istri pertama lelaki tersebut terlanjur diketahui baru hamil muda. Kak laisa terus bersabar akan keadaannya itu, walaupun ia telah di “langkahi” untuk menikah oleh adik-adiknya itu.ia tetap sabar untuk menungu jodoh yang akan ALLAH SWT berikan kepadanya,walau memang itu menjadi aib keluarga karena hingga tua,dan hingga ia meninggal tak ada juga lelaki menikahinya.sungguh kesabarannya itu mencontohkan kita utuk selalu bertawakal kepada ALLAH SWT untuk terus menjaga cinta suci yang telah ALLAH SWT titipkan kepada kita hanya untuk seseorang yang telah halal untuk kita… (inspirasi: novel Bidadari-bidadari Surga)

kesabaran cinta yang ini juga berbeda dengan yang diatas,Walaupun usianya sudah wajar untuk menikah,zahrana belum minat untuk memilih pendamping hidup,ia terus menggali ilmu dan mendapatkan banyak penghargaan.anak semata wayang ibu dan bapak itu akhirnya di juluki “perawan tua” di desanya dan banyak pertanyaan tentang dirinya itu,sakit memang dijuluki seperti itu,namun rana tetap sabar menghadapinya. Suatu saat bapak sakit keras dan meminta rana untuk menikah,ia mencarikan rana calon suami,mulai dari satpam dan lain sebagainya. Banyak memang yang ingin dengan rana,bagaimana tidak? Sudah cantik,sholeha,berpendidikan tinggi pula.namun dari pilihan bapaknya itu tak ada yang membuat rana tertarik,hingga akhirnya ia meminta seseorang untuk mencarikan seseorang yang cocok dengannya, dan rahmat tukang kerupuk keliling telah berhasil mendapatkan tempat di hati rana,walaupun ia seorang duda dan berprofesi hanya sebaga tukang kerupuk,tapi inilah sucinya cinta zahrana,ia memandang rahmat dari keteguhan hatinya beragama,tak lain daripada itu.walaupun satu hari sebelum hari H prosesi pernikahan,rahmat dikabarkan telah meninggal. Sungguh itu membuat rana shock dan memaksanya mengubur jauh jauh impian menikahnya itu didepan bapak. Namun berkat kesabarannya itu akhirnya ALLAH SWT membalasnya dengan seimbang,yaitu dengan memberikan jodoh yang lebih dari rahmat… (inspirasi: film “cinta suci zahrana”)

sahabat yang insyaallah diridhai ALLAH SWT, bersabarlah untuk menunggu ia yang belum halal untuk kita. Cinta yang suci bukankah sulit untuk jaga? Cinta yang murni karena ALLAH SWT bukankah jarang kita temui? dan sesungguhnya jika dia belum ditakdirkan untuk kita,teruslah memperbaiki diri.mungkin kita belum pantas untuk lelaki baik seperti ia.dan ingat “perempuan  baik untuk laki laki baik,begitupun sebaliknya”. jadi teruslah bersabar untuk menunggu dia, “sesungguhnya orang yang kuat itu bukanlah orang yang bisa mengangkat berat hingga ber to-ton,namun orang yang kuat untuk bisa menahan syahwatnya”    -Lisa-

Sabtu, 15 Desember 2012

Resensi novel "Cinta Afika"


Cinta itu nggak melulu manis,
terkadang ada asamnya juga,seperti jeruk.

Judul                    : Cinta Afika
Penulis                : Melia Love
Penerbit              : MEDIA PRESSINDO
Tahun terbit        : Tahun 2012


Fino melempar bola kertas yang terakhir sekaligus yang paling besar. Bola kertas itu melewati Zero yang mengelak sambil menunduk. Bola kertas itu terus bergerak,melayang, dan berputar-putar menuju ke arah seorang gadis yang berjalan sambil membaca buku.
ZZZHTTTT
Dengan sigap gadis itu memiringkan kepalanya ke kanan dengan gerakan badan mengikuti ayunan kepala. Bola kertas itu melewati kepalanya kemudian mendarat mulus di lantai.
“beruntung banget sih lo sheil! gue mupeng banget nih.eh,tapi lo dapet duit dari mana? Jangan bilang dari nyokap lo,karena gue yakin lo masih dapat hukuman pemangkasan uang jajan gara-gara keborosan lo itu” tanya Gita.
“ah,lo kayak nggak tahu gue aja. Buat apa punya pacar tajir kalau nggak di manfaatin,” Sheila menjawab cuek.
“what? Maksud lo Fino?” Sheila hanya menjawab dengan senyum nggak jelas.
Tekad fino sudah bulat,ia akan memutuskan Sheila dan melepaskan semua atribut kemewahannya. Ia lelah menyadari kenyataan bahwa orang-orang di sekelilingnya terbukti hanya memanfaatkannya saja.
Fino memasuki gerbang sekolah barunya.SMA Tunas Harapan. Sekolah ini hampir sama mewahnya dengan sekolah Fino yang dulu. Bedanya adalah siswa yang bersekolah disini tak hanya dari kalangan atas namun anak-anak kurang mampu yang berprestasi di bidang akademik bahkan olahraga. Umumnya mereka mendapatkan beasiswa dari sekolah .
Fino duduk di ruang UKS,dirinya sibuk memerhatikan Afika yang bergerak mengambil kapas dan beberapa obat. Fino tersenyum geli melihat kondisinya saat ini. Mungkin ini yang dinamakan sengsara membawa nikmat.pikirnya.
Fino terus menatap wajah Afika,entah kenapa dia merasa sangat tenang saat menatap wajah cantik itu. mendadak dia ingin berlama-lama diobati Afika. Bahkan dia berharap lukanya semakin melebar.

Penggunaan bahasa untuk orang tua tokoh di sini langsung menyebutkan nama, sehingga membuat pembaca bingung apa status orang tersebut, selain itu cara memanggil yang seperti tadi terdengar kurang sopan. Namun, jalan cerita dalam Novel ini terasa tidak asing lagi dengan kehidupan remaja jaman sekarang dan bahasanya juga di kemas dalam bahasa anak muda sehari-hari sehingga membuat kita, sebagai seorang pembaca.  Tidak merasa canggung untuk ikut masuk dalam cerita.

SINOPSIS

 “denger ya,sheila! Gue udah tahu semua belang lo! berhenti ganggu hidup gue dan berhenti lo nyari-nyari gue! Gue udah muak liat tingkah cewek nggak tah diri kayak lo. Penipu!” ucap Fino tegas.
“maksud kamu apa sih,beib? Aku tuh nggak matre,aku nggak sok manis,yang ada aku beneran sayang sama kamu,” jawab Sheila selembut mungkin. “em.. sori,kayaknya ini bukan urusanku, aku pergi dulu, ya,” ucap Afika datar lalu meninggalkan mereka.

Fino,Afika dan Sheila. Tiga sosok yang mewakili remaja masa kini. Fino yang kaya dan tampan,Afika gadis sederhana yang memiliki pemikiran dewasa dan selalu rendah hati, dan Sheila gadis cantik yang berprinsip fashion di atas segalanya. Ketiganya memiliki konflik cinta yang saling berkaitan,ruwet seperti benang kusut.


TENTANG PENULIS

Melia Love Yanti, akrab di panggil melia adalah mahasiswa semester enam Universitas Sriwijaya. Mencintai dunia tulis sejak SMP hingga sekarang.hobinya disamping menulis dalah bermain biola. Di waktu senggang ,sering kali ia isi dengan blogwalking.

Melialovelystar.blogspot.com
Facebook: Melia Love Yanti
@Melia_Lovey

Kamis, 29 November 2012

Drama bahasa Indonesia, "RAVOSTTA"


Rika,ophie,lisa,okta dan selvi
Sebuah Kisah persahabatan yang syarat dengan makna

PROLOG:
Pagi hari yang cerah,secerah hati tiga orang sahabat yang sudah lama bersahabat ini, gita,marsya,dan kekey tiga gadis SMA yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing,mereka adalah kebanggaan sekolah, di tengah kebahagiaan atas kebanggan itu nyatanya ada konflik yang justru akan mempererat tali persahabatan mereka tau malah memutuskannya.
ADEGAN 1
Setting  : ruang kelas
Panggung menggambarkan suasana kelas di pagi hari, terdapatlah tiga orang sahabat yang salah satu dari mereka datang telat. Tak lama ia duduk, tiba-tiba datanglah seorang guru bersama seorang anak perempuan yang masih asing dilihat.
Marsya : ” loe masuk siang key?” ( mengernyitkan alis)
Gita        : ”lagi-lagi telat,STB banget loe!”( dengan raut muka yang sedikit jengkel)
Kekey   :” semalam gue begadang gara-gara jangkrik,biasa penelitian baru!”  (dengan santainya menjawab)
(datanglah anak perempuan bersama bu Ani)
Marsya :”sttt... siapa itu?”  (sambil menyenggol gita)
Gita        :” mungkin anak baru” (sambil mengeluarkan buku)
Bu Ani   :” anak-anak hari ini kalian mendapatkan teman baru. Silahkan perkenalkan dirimu” (sambil merangkul anak baru)
Naya      :” selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Naya fatimah az-zahra,saya pindahan    dari Bandung. Senang berkenalan dengan kalian,terimakasih” (sambil tersenyum)
Bu Ani   :” apa ada pertanyaan untuk teman baru kalian ini? Jika ada Silahkan bertanya di waktu senggang. Sekarang kamu boleh duduk di sana“ (sambil mempersilahkan naya duduk)
Mereka memulai pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.
Kenzi     :” mau ke kantin gak?” (dengan sedikit senyum)
Naya      :” boleh”
ADEGAN 2
Setting : kantin
Suasana kantin menggambarkan beberapa bangku dan meja yang tertata sebagaimana kantin umumnya, naya dan kenzi duduk bersebelahan, dan tak jauh dari tempat mereka duduk kekey,marsya dan gita juga sedang makan di kantin itu.
 Naya     :” ken, mereka siapa?” (menoleh ke arah kekey,marsya dan gita)
kenzi     :” siapa? Mereka bertiga?” (ikut menoleh ke arah mereka)
Naya      :” iyah...” (mengangguk)
Kenzi     :”oh,mereka itu geng RAVOSTTA, biasa kumpulan anak-anak pinter. Kenapa? Tertarik?” (sedikit sinis)
Naya      :” oh ya? Hmmm... tidak, bagaimana sifatnya jika di kelas?” (penasaran)
Kenzi     :” loe tertarik ya sama mereka? Sampai nanya kayak gitu,nggak banget lagi, lihat aja gayanya yang seperti itu, belagu,sombong,sok paling jenius lagi!  Kalau loe mau ikut gabung sama mereka syaratnya itu loe harus pinter, gaya loe harus menarik dan yang penting loe harus tajir. Kalau gue sih gak mau yah!” (sinis)
Naya      :” oh... (dalam pikirannyapun mulai timbul pertanyaan)
ADEGAN 3
Setting : koridor
Suasana koridor menggambarkan tempat yang cukup ramai karena dilewati dengan beberapa anak yang lalu-lalang, naya dan kenzi sedang berdiri melihat mading,tiba-tiba ravosta lewat dan tidak sengaja Gita menabrak kenzi sehingga buku yang dipegangya berjatuhan.
Kenzi     :” bisa lihat tidak? Di sini ada orang! Jangan sembarangan nabrak! Tidak sopan!”(dengan nada ketus)
Gita        :” maaf aku nggak sengaja, maaf yah...”(dengan nada menyesal)
Kenzi     :” maaf untuk apa? Kamu nggak bisa ngebedain yah yang mana lapangan yang mana tempat umum?   Sembarangan saja lari-larian”
Gita        :” aku tahu,tapi aku tidak sengaja...”
 (kekey merapihkan buku kenzi yang berjatuhan dan memberikannya kepada naya)
Kenzi     :”apa? Tidak sengaja? Sejak kapan loe semua berlaku seolah-olah nggak sengaja ke gue?”
Marsya :” dia nggak sengaja nabrak loe, intinya loe maafin gak? Dewasa dikit bisa?”
Kekey   :” masalah kecil aja di besar-besarin,”( emosinya mulai menaik)
Kenzi     :” oke gue maafin dia tapi tolong jangan seperti anak kecil lagi, kalian itu sudah SMA bukan          murid SD lagi!”
Marsya :” heh! Yang seperti anak kecil itu elo! Masalah kecil aja di besar-besarin! Kayak selebritis aja lo yang cari sensasi terus,dasar over!” (emosi marsya mulai naik)
Kekey   :” sudah sya...sudah...” (kekey mencoba untuk menyabarkannya)
Kenzi     :” terserah apa kata kalian, masih banyak hal penting yang harus gue kerjain, come on Nay!”
Naya      :” iyah...”
Kenzi dan naya pun berlalu dari ravostta...
Gita        :” sebenci itukah kenzi sama kita?” (wajah murung)
Kekey   :” maklum lah git, namanya juga manusia,nanti juga hilang sendiri” (sambil menepuk pundak gita)
Marsya :” tapi kan kita nggak salah, dia aja yang selalu mau lebih di atas kita” (masih dengan emosinya)
Kekey   :” huft... wajar lah dia kesal dengan kita, coba kalian pikir saja bagaimana sikap ayahnya setelah tahu kenzi tidak lolos seleksi setelah mencobanya dari beberapa cabang olimpiade?”
Marsya :” kalau itu sih mungkin dia yang kurang belajar!” (tidak peduli)
Kekey   :” mungkin, yang jelas setelah kejadian itu dia menjadi amat benci dengan kita”
ADEGAN 4
Setting  : ruang kelas
kenzi dan naya berjalan kedalam kelas laulu duduk
Kenzi     :” nay, loe liat sendiri kan bagaimana kelakuan mereka? Sok paling bener!” (sambil membanting buku yang tadi dibawanya)
Naya      :” kamu benar ken, pantas saja kamu benci dengan mereka”
Kenzi     :” pastinya, ini baru sedikit dari yang loe lihat... yang dulu-dulu itu banyak dan lebih sakit lagi”
Naya      :”contohnya apa?”
Kenzi     :” kamu nggak bisa nilai? Si marsya yang sok pinter fisika itu omongannya nusuk dan selalu ngarasa paling bener! Terus si gita mrs. kimia yang pikun gak  ada hentinya untuk buang-buang uang untuk hal yang gak penting! dan kekey yang bisa di bilang over dengan penelitiannya yang aneh dan tingkahnya yang sok baik! Jijik gue kalau dengar Ravostta, geng apaan itu?”(berkata dengan penuh semangat)
Naya      :”  sekarang aku ngerti maksud kamu” (naya tersenyum mengangguk)
Kenzi     :” maksudku? soal apa?”
Naya      :” iya, kamu beritahu aku karena kamu gak mau aku salah bergaul kan? Terimakasih ya...”
Kenzi     :” oh? Iya sama-sama sahabatku” (kenzi tersenyum licik)
Waktu pulang sudah tiba, naya merasa jengkel setelah tahu ia akan satu kelompok bersama ravostta di tugas biologi ini. Anak-anak sudah berhamburan keluar kelas tapi tidak dengan naya,ia terus diam di bangkunya.
Kenzi     :” nay, gue duluan yah!” (sambil meransel tasnya lalu keluar)
Naya      :” iya, hati-hati yah...”

Naya      :” kenapa gue harus satu kelompok dengan mereka? Apa tidak bisa di ganti?”( naya berbicara pada dirinya sendiri). Tiba-tiba kekey menghampiri naya.
kekey    :” belajar kelompoknya sepulang sekolah di rumahku yah...”(mengeluarkan senyum manisnya)
Naya yang kaget hanya tersenyum mengangguk.
ADEGAN 5
 Setting : di rumah kekey
kekey    :” ayo silahkan masuk...”(sambil mempersilahkan masuk)
gita         :”iya anggap saja rumah sendiri nay,hhe” (menepuk pundak naya)
marsya :” woyyy! memangnya ini rumahmu git?!” (membulatkan mulutnya)
gita         :” iya, rumah kekey kan rumah ravostta juga,weee...” (menjulurkan lidah)
kekey    :” sssstttt.... sudah,sudah! Kalau seperti ini kapan selesainya?” (sambil menutup bibirnya dengan satu jari)
di tengah proses belajar kelompok, marsya bertanya sesuatu.
Marsya :” kapan kita ke panti lagi? Sudah lama kita tidak berkunjung?”
Gita        :” iya nih kapan? Barang-barang yang aku beli untuk mereka sudah lumayan banyak sebagai hadiah untuk mereka nantinya”
Kekey   :” aku juga sudah lama ingin berkunjung lagi ke sana,kita tinggal tunggu waktu luang saja untuk berkunjung lagi. Tahu sendiri jadwal anak SMA kelas dua macam kita...”
Gita        :” iyah...”
Marsya :” nay, kamu mau ikut?”
Naya      :” apa? Kemana?” (kaget)
Kekey   :” ke panti sosial, disana kita bisa bersosialisasi dengan anak anak yatim-piatu. Kamu mau ikut?”
Naya      :” hmm... boleh, tapi apa yang harus aku lakukan untuk membantu kalian, aku tidak memiliki apa-apa untuk di sumbangkan. Tapi aku biasa berjualan kerajinan tangan di sekolah lamaku, mungkin aku bisa menjualnya untuk mendapatkan uang dan ilmu kerajinan yang aku miliki  bisa aku ajarkan kepada mereka. Bagaimana?”
Marsya :”  ide bagus tuh, kapan kamu mau mulai berjualan?”
Naya      :” hmmm... kalau besok gimana? Apa kalian ingin membantuku?”
Gita        :” bisa, lebih cepat maka lebih baik”
Gita,marsya,kekey dan naya selesai mengerjakan tugas kelompok mereka, di sana naya mulai berfikir bahwa ravostta tidak seperti apa yang kenzi bayangkan, gita yang ia sebut-sebut boros untuk membeli hal yang tidak penting ternyata barang-barang itu untuk anak-anak yang membutuhkan,sungguh salah perkataan kenzi.
Keesokan harinya naya memulai di bantu gita dan kekey untuk menjajakan barang-barang jualannya,kecuali marsya yang pergi ke perpustakaan.
ADEGAN 6
Setting  : di kelas
Gita dan kekey sibuk membantu naya menjajakan barang jualannya kepada teman sekelas,sedangkan kenzi hanya melihat sinis ke arah mereka.
Gita        :” ada yang mau beli gatungan? Bisa di gantung di tas,handphone, dan kunci. Handmade lho! Buatan tangan naya, uang hasil jualannya akan di sumbangkan ke panti sosial.ada yang berminat?”
Kekey dan gita terus membantu naya berjualan, sampai akhirnya barang yang di jual habis terbeli.
kekey    :” gimana kalau kita keluar kelas dan keliling sekolah? Pasti lebih banyak lagi peminatnya”
naya      :” boleh,tapi tolong simpan uang yang tadi di tas kecilku,tolong ya git”
(suasana kelas sepi)
gita: “iya“ sambil memasukkan dompet naya ke dalam tasnya)
(kenzi melihat gita dan megendap-endap masuk untuk mengambil dompet naya)
Kenzi :” apa-apaan mereka? dengan semudah itu lagi-lagi memrebut apa yang gue mau, okey kalau itu mau mereka.gue akan fitnah gita agar naya kembali lagi ke gue” (tersenyum licik)
(marsya melihat kejadian itu dari jendela dan memotretnya penggunakan ponselnya)
Marsya :” licik!”
(tak lama naya,gita,dan kekey kembali ke kelas)
Kekey   :” alhamdulillah jualan kita laku keras” (sambil duduk)
Gita        :” iya,kita bisa semakin cepat pergi ke panti sosialnya”
Naya      :” iya, ayo kita hitung uangnya” (naya memeriksa tasnya namun ia tidak menemukan dompetnya)
Naya      :” (terlihat panik) gita kamu simpan dimana dompetku?”
Gita        :” tadi aku simpan di tas kecilmu” (PD)
Naya      :”mana? Tidak ada!” (sambil terus memeriksa tasnya dan terlihat kebingungan)
Gita        :” tadi ada,coba cari lagi,aku bantu” ( sambil membantu memeriksa)
Naya      :” mana? Tidak ada! Kalau hilang bagaimana!” (dengan nada tinggi)
( suasana kelas terlihat mencekam,lalu datanglah marsya dengan membawa buku )
Marsya :” ada apa ini?”
Kekey   :” dompet naya hilang sya”( dengan nada panik)
Marsya :” memangnya di simpan di mana? Kok bisa hilang?”(penasaran)
Gita        :”tadi aku simpan di tas kecil naya”(ketakutan)
marsya :” ohhh....” (terlihat santai)
tiba tiba kenzi datang
kenzi     :”sudah di periksa?”
naya      :” sudah,tapi tidak ada”
kenzi     :”mungkin di curi!” (sambil menatap sinis ke arah gita)
naya      :”dicuri? Uang itu untuk panti sosial,tega sekali yang melakukannya” (raut wajah sedih)
kenzi     :” (kenzi berbisik ke telinga naya) aku tahu siapa yang mencuri” (naya mengrenyitkan alisnya)
kenzi menarik naya dan berkata sesuatu kepadanya sedangkan ravostta yang terlihat  bingung ditinggal begitu saja.
Kenzi     :” tadi aku melihat gita yang mencurinya”
Naya      :”apa? Gita? Tidak mungkin,justru ia yang aku suruh memasukkan dompetku ke tas”
kenzi     :” aku sudah tahu kalau kamu tidak akan percaya,tapi memang itu yang aku lihat,ayo kita buktikan!” (kenzi membawa naya kembali lagi ke ravostta)
kenzi     :” jadi musuh dalam selimut sahabat itu gak enak lho git!” (datang ke arah gita mengelilinginya dan berbalik arah menatap naya)
Gita terlihat bingung
Kenzi     :” gak usah sok innocence,gue tahu belang loe git” (tersenyum licik)
Kekey   :” maksud loe? Loe nuduh gita nyuri?!” (dengan nada tinggi)
Kenzi     :” stttt.... gue gak nuduh lho, jangan emosi dulu mbak...” (nyeleneh)
Kekey   :” jangan pernah loe nuduh sahabat gue yang nggak-nggak! Loe pikir loe itu siapa? Hah?”
Kenzi     :” eh,gue nggak nuduh! Gue Cuma curiga sama dia karena tadi yang gue lihat di kelas ya hanya dia! ataaau kalian berdua sekongkol?” 
Kekey   :” terserah loe deh! Niat kita baik,Cuma mau bantu naya berjualan! Kalau gak percaya loe periksa aja deh! Lagipula peduli banget sih loe sama kita,urusin aja tuh PC loe yang bobrok gara-gara dipake nge-hack orang-orang yang gak berdosa!
Kenzi     :” periksa? Oke kalau itu mau loe” (kenzi bergegas memeriksa tas kekey, tidak ada. Lalu tas marsya,tidak ada. Dan terakhir tas gita,dan ternyata ADA!)
Naya      :” (menatap seolah tidak percaya) ternyata benar apa kata kenzi, kalian jahat! Gue gak   percaya lagi sama kalian!” (dengan nada tinggi yang kecewa)
Kenzi     :” (tersenyum bahagia)”
Kekey   :”(menggelengkan kepala)”
Gita        :”aku... aku tidak melakukannya... “
Marsya :” gue percaya kok,” (dengan percaya dirinya dan menepuk pundah gita) gue percaya gita gak melakukannya, ini adalah tipu daya dari kenzi dengan strategi basinya yang ingin menghancurkan kita.”
Gita        :(tersenyum lega)
kekey    :” maksud kamu?”
Marsya :” iyah, tadi gue lihat gita masuk kelas menyimpan dompet naya, tidak lama kenzi masuk lalu memindahkannya ke dalam tas gita, dasar licik!” (melihat ke arah kenzi)
Kenzi     :” apa? Gue? Fitnah kalian? Gak! Gak penting banget gue lakuin hal itu, lagipula apa loe punya bukti yang medasar soal fitnah loe yang nuduh gue barusan?” (kenzi berupaya mengeles)
Marsya :” iya,gue punya” (dengan lantangnya,dan kenzi yang mendengar terlihat kaget)
ini,  (sambil memperlihatkan handphone-nya ke wajah kenzi)
kenzi     :” (kaget dan mencoba mengeles) maksud loe apa?”
marsya :” maksud gue apa? Seharusnya yang bertanya seperti itu ya kami,RAVOSTTA. Maksud loe dengan semua ini apa? Kenapa loe fitnah gita segitunya? loe benci RAVOSTTA? Kenapa? Apa salah kita ke loe ken? Apa?” ( dengan nada tinggi yang semakin lama mengecil)
kenzi     :” gue... gue(menunduk) gue sebenernya iri sama kalian... kalian selalu berada diatas gue, mulai dari pergaulan,popularitas, sampai akademik apalagi saat kalian semua ditunjuk langsung buat mewakili olimpiade nasional besok, elo sya sebenernya gue kagum sama loe yang pinter banget sama fisika, elo git, ilmu kimia loe lebih atas dari gue,dan loe key , gue juga kagum sama penelitian biologi yang membahas jangkrik itu. dan loe nay, jujur gue juga iri sama loe yang anak baru sudah punya banyak teman... maafin gue semuanya atas sikap gue yang kayak gini, gue emang salah...” (dengan nada menyesal)
kekey,gita,marsya dan naya terharu mendengarnya
kekey    :” (tersenyum)  gak usah sampai begitu... gue tahu gimana perasaan loe,dan gue juga ngerti kenapa loe ngelakuin ini.  kalau boleh jujur gue salut sama loe ken dengan ilmu IT loe yang gue belum punya. Gue juga iri sama loe karena kelebihan loe itu yang bagi gue keren banget.tanpa loe sadari loe sudah punya kelebihan yang RAVOSTTA belum punya kan?” (mengusap pundak kenzi)
marsya :”kekey bener,dan sebenarnya kita gak mau kalau loe terus-terusan berlaku aneh ke kita,kita gak mau punya musuh ken,”
kenzi     : “(kenzi mengangguk mantap) maafin gue ya semua... gue nyesel berbulan-bulan sudah ngelakuin hal-hal bodoh ke kalian,sekali lagi maafin gue terutama loe git”
Gita        :”iya gak apa-apa ken,gue juga ngerti kok” (tersenyum)
Naya      :”  (tersenyum) iya”
Kekey   :” Nah kalau begini endingnya itu artinya RAVOSTTA punya dua anggota baru dong, yang satu pinter IT dan satunya pinter bisnis!” (tersenyum riang)
 Kenzi    :” kamu bisa aja key!” (tertawa)
Marsya :” kami serius,untuk kalian berdua, selamat bergabung di RAVOSTTA”
(berpelukan)

EPILOG
Tanpa disangka-sangka ternyata kenzi yang iri dengan RAVOSTTA pun memiliki kelebihan yang tanpa ia sadari sejak lama melekat dalam dirinya,naya yang memliliki jiwa seni dan bisnispun merasa lega kerena konflik di sekolah barunya ini dapat segera terselesaikan,dan akhirnya RAVOSTTA memiliki lima personel yang hebat-hebat. Marsya yang jago fisika,Gita yang pintar kimia,Kekey yang pintar biologi,Kenzi yang jago IT dan Naya yang lihai dengan ekonomi dan seni nya...

Sekian 

Rabu, 28 November 2012

Puisi

Terus bermimpi


selama cahaya masih ada
dunia masih terang
selama jalan masih berliku
maka semakin banyak tikungan yang menghadang

asa adalah sebuah pengharapan
selama masih ada tujuan
maka masih ada jalan untuk kesana
walau harus memasuki jurang yang terjal
atau harus menaiki tebing yang tinggi

jangan ada kata menyerah
masa lalu adalah sebuah tongkat
penuntun jalan agar tidak jatuh pada lobang yang sama 
masa depan adalah tantangan
yang harus dihadapi dengan sebuah keberanian..