Kamis, 29 November 2012

Drama bahasa Indonesia, "RAVOSTTA"


Rika,ophie,lisa,okta dan selvi
Sebuah Kisah persahabatan yang syarat dengan makna

PROLOG:
Pagi hari yang cerah,secerah hati tiga orang sahabat yang sudah lama bersahabat ini, gita,marsya,dan kekey tiga gadis SMA yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing,mereka adalah kebanggaan sekolah, di tengah kebahagiaan atas kebanggan itu nyatanya ada konflik yang justru akan mempererat tali persahabatan mereka tau malah memutuskannya.
ADEGAN 1
Setting  : ruang kelas
Panggung menggambarkan suasana kelas di pagi hari, terdapatlah tiga orang sahabat yang salah satu dari mereka datang telat. Tak lama ia duduk, tiba-tiba datanglah seorang guru bersama seorang anak perempuan yang masih asing dilihat.
Marsya : ” loe masuk siang key?” ( mengernyitkan alis)
Gita        : ”lagi-lagi telat,STB banget loe!”( dengan raut muka yang sedikit jengkel)
Kekey   :” semalam gue begadang gara-gara jangkrik,biasa penelitian baru!”  (dengan santainya menjawab)
(datanglah anak perempuan bersama bu Ani)
Marsya :”sttt... siapa itu?”  (sambil menyenggol gita)
Gita        :” mungkin anak baru” (sambil mengeluarkan buku)
Bu Ani   :” anak-anak hari ini kalian mendapatkan teman baru. Silahkan perkenalkan dirimu” (sambil merangkul anak baru)
Naya      :” selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Naya fatimah az-zahra,saya pindahan    dari Bandung. Senang berkenalan dengan kalian,terimakasih” (sambil tersenyum)
Bu Ani   :” apa ada pertanyaan untuk teman baru kalian ini? Jika ada Silahkan bertanya di waktu senggang. Sekarang kamu boleh duduk di sana“ (sambil mempersilahkan naya duduk)
Mereka memulai pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.
Kenzi     :” mau ke kantin gak?” (dengan sedikit senyum)
Naya      :” boleh”
ADEGAN 2
Setting : kantin
Suasana kantin menggambarkan beberapa bangku dan meja yang tertata sebagaimana kantin umumnya, naya dan kenzi duduk bersebelahan, dan tak jauh dari tempat mereka duduk kekey,marsya dan gita juga sedang makan di kantin itu.
 Naya     :” ken, mereka siapa?” (menoleh ke arah kekey,marsya dan gita)
kenzi     :” siapa? Mereka bertiga?” (ikut menoleh ke arah mereka)
Naya      :” iyah...” (mengangguk)
Kenzi     :”oh,mereka itu geng RAVOSTTA, biasa kumpulan anak-anak pinter. Kenapa? Tertarik?” (sedikit sinis)
Naya      :” oh ya? Hmmm... tidak, bagaimana sifatnya jika di kelas?” (penasaran)
Kenzi     :” loe tertarik ya sama mereka? Sampai nanya kayak gitu,nggak banget lagi, lihat aja gayanya yang seperti itu, belagu,sombong,sok paling jenius lagi!  Kalau loe mau ikut gabung sama mereka syaratnya itu loe harus pinter, gaya loe harus menarik dan yang penting loe harus tajir. Kalau gue sih gak mau yah!” (sinis)
Naya      :” oh... (dalam pikirannyapun mulai timbul pertanyaan)
ADEGAN 3
Setting : koridor
Suasana koridor menggambarkan tempat yang cukup ramai karena dilewati dengan beberapa anak yang lalu-lalang, naya dan kenzi sedang berdiri melihat mading,tiba-tiba ravosta lewat dan tidak sengaja Gita menabrak kenzi sehingga buku yang dipegangya berjatuhan.
Kenzi     :” bisa lihat tidak? Di sini ada orang! Jangan sembarangan nabrak! Tidak sopan!”(dengan nada ketus)
Gita        :” maaf aku nggak sengaja, maaf yah...”(dengan nada menyesal)
Kenzi     :” maaf untuk apa? Kamu nggak bisa ngebedain yah yang mana lapangan yang mana tempat umum?   Sembarangan saja lari-larian”
Gita        :” aku tahu,tapi aku tidak sengaja...”
 (kekey merapihkan buku kenzi yang berjatuhan dan memberikannya kepada naya)
Kenzi     :”apa? Tidak sengaja? Sejak kapan loe semua berlaku seolah-olah nggak sengaja ke gue?”
Marsya :” dia nggak sengaja nabrak loe, intinya loe maafin gak? Dewasa dikit bisa?”
Kekey   :” masalah kecil aja di besar-besarin,”( emosinya mulai menaik)
Kenzi     :” oke gue maafin dia tapi tolong jangan seperti anak kecil lagi, kalian itu sudah SMA bukan          murid SD lagi!”
Marsya :” heh! Yang seperti anak kecil itu elo! Masalah kecil aja di besar-besarin! Kayak selebritis aja lo yang cari sensasi terus,dasar over!” (emosi marsya mulai naik)
Kekey   :” sudah sya...sudah...” (kekey mencoba untuk menyabarkannya)
Kenzi     :” terserah apa kata kalian, masih banyak hal penting yang harus gue kerjain, come on Nay!”
Naya      :” iyah...”
Kenzi dan naya pun berlalu dari ravostta...
Gita        :” sebenci itukah kenzi sama kita?” (wajah murung)
Kekey   :” maklum lah git, namanya juga manusia,nanti juga hilang sendiri” (sambil menepuk pundak gita)
Marsya :” tapi kan kita nggak salah, dia aja yang selalu mau lebih di atas kita” (masih dengan emosinya)
Kekey   :” huft... wajar lah dia kesal dengan kita, coba kalian pikir saja bagaimana sikap ayahnya setelah tahu kenzi tidak lolos seleksi setelah mencobanya dari beberapa cabang olimpiade?”
Marsya :” kalau itu sih mungkin dia yang kurang belajar!” (tidak peduli)
Kekey   :” mungkin, yang jelas setelah kejadian itu dia menjadi amat benci dengan kita”
ADEGAN 4
Setting  : ruang kelas
kenzi dan naya berjalan kedalam kelas laulu duduk
Kenzi     :” nay, loe liat sendiri kan bagaimana kelakuan mereka? Sok paling bener!” (sambil membanting buku yang tadi dibawanya)
Naya      :” kamu benar ken, pantas saja kamu benci dengan mereka”
Kenzi     :” pastinya, ini baru sedikit dari yang loe lihat... yang dulu-dulu itu banyak dan lebih sakit lagi”
Naya      :”contohnya apa?”
Kenzi     :” kamu nggak bisa nilai? Si marsya yang sok pinter fisika itu omongannya nusuk dan selalu ngarasa paling bener! Terus si gita mrs. kimia yang pikun gak  ada hentinya untuk buang-buang uang untuk hal yang gak penting! dan kekey yang bisa di bilang over dengan penelitiannya yang aneh dan tingkahnya yang sok baik! Jijik gue kalau dengar Ravostta, geng apaan itu?”(berkata dengan penuh semangat)
Naya      :”  sekarang aku ngerti maksud kamu” (naya tersenyum mengangguk)
Kenzi     :” maksudku? soal apa?”
Naya      :” iya, kamu beritahu aku karena kamu gak mau aku salah bergaul kan? Terimakasih ya...”
Kenzi     :” oh? Iya sama-sama sahabatku” (kenzi tersenyum licik)
Waktu pulang sudah tiba, naya merasa jengkel setelah tahu ia akan satu kelompok bersama ravostta di tugas biologi ini. Anak-anak sudah berhamburan keluar kelas tapi tidak dengan naya,ia terus diam di bangkunya.
Kenzi     :” nay, gue duluan yah!” (sambil meransel tasnya lalu keluar)
Naya      :” iya, hati-hati yah...”

Naya      :” kenapa gue harus satu kelompok dengan mereka? Apa tidak bisa di ganti?”( naya berbicara pada dirinya sendiri). Tiba-tiba kekey menghampiri naya.
kekey    :” belajar kelompoknya sepulang sekolah di rumahku yah...”(mengeluarkan senyum manisnya)
Naya yang kaget hanya tersenyum mengangguk.
ADEGAN 5
 Setting : di rumah kekey
kekey    :” ayo silahkan masuk...”(sambil mempersilahkan masuk)
gita         :”iya anggap saja rumah sendiri nay,hhe” (menepuk pundak naya)
marsya :” woyyy! memangnya ini rumahmu git?!” (membulatkan mulutnya)
gita         :” iya, rumah kekey kan rumah ravostta juga,weee...” (menjulurkan lidah)
kekey    :” sssstttt.... sudah,sudah! Kalau seperti ini kapan selesainya?” (sambil menutup bibirnya dengan satu jari)
di tengah proses belajar kelompok, marsya bertanya sesuatu.
Marsya :” kapan kita ke panti lagi? Sudah lama kita tidak berkunjung?”
Gita        :” iya nih kapan? Barang-barang yang aku beli untuk mereka sudah lumayan banyak sebagai hadiah untuk mereka nantinya”
Kekey   :” aku juga sudah lama ingin berkunjung lagi ke sana,kita tinggal tunggu waktu luang saja untuk berkunjung lagi. Tahu sendiri jadwal anak SMA kelas dua macam kita...”
Gita        :” iyah...”
Marsya :” nay, kamu mau ikut?”
Naya      :” apa? Kemana?” (kaget)
Kekey   :” ke panti sosial, disana kita bisa bersosialisasi dengan anak anak yatim-piatu. Kamu mau ikut?”
Naya      :” hmm... boleh, tapi apa yang harus aku lakukan untuk membantu kalian, aku tidak memiliki apa-apa untuk di sumbangkan. Tapi aku biasa berjualan kerajinan tangan di sekolah lamaku, mungkin aku bisa menjualnya untuk mendapatkan uang dan ilmu kerajinan yang aku miliki  bisa aku ajarkan kepada mereka. Bagaimana?”
Marsya :”  ide bagus tuh, kapan kamu mau mulai berjualan?”
Naya      :” hmmm... kalau besok gimana? Apa kalian ingin membantuku?”
Gita        :” bisa, lebih cepat maka lebih baik”
Gita,marsya,kekey dan naya selesai mengerjakan tugas kelompok mereka, di sana naya mulai berfikir bahwa ravostta tidak seperti apa yang kenzi bayangkan, gita yang ia sebut-sebut boros untuk membeli hal yang tidak penting ternyata barang-barang itu untuk anak-anak yang membutuhkan,sungguh salah perkataan kenzi.
Keesokan harinya naya memulai di bantu gita dan kekey untuk menjajakan barang-barang jualannya,kecuali marsya yang pergi ke perpustakaan.
ADEGAN 6
Setting  : di kelas
Gita dan kekey sibuk membantu naya menjajakan barang jualannya kepada teman sekelas,sedangkan kenzi hanya melihat sinis ke arah mereka.
Gita        :” ada yang mau beli gatungan? Bisa di gantung di tas,handphone, dan kunci. Handmade lho! Buatan tangan naya, uang hasil jualannya akan di sumbangkan ke panti sosial.ada yang berminat?”
Kekey dan gita terus membantu naya berjualan, sampai akhirnya barang yang di jual habis terbeli.
kekey    :” gimana kalau kita keluar kelas dan keliling sekolah? Pasti lebih banyak lagi peminatnya”
naya      :” boleh,tapi tolong simpan uang yang tadi di tas kecilku,tolong ya git”
(suasana kelas sepi)
gita: “iya“ sambil memasukkan dompet naya ke dalam tasnya)
(kenzi melihat gita dan megendap-endap masuk untuk mengambil dompet naya)
Kenzi :” apa-apaan mereka? dengan semudah itu lagi-lagi memrebut apa yang gue mau, okey kalau itu mau mereka.gue akan fitnah gita agar naya kembali lagi ke gue” (tersenyum licik)
(marsya melihat kejadian itu dari jendela dan memotretnya penggunakan ponselnya)
Marsya :” licik!”
(tak lama naya,gita,dan kekey kembali ke kelas)
Kekey   :” alhamdulillah jualan kita laku keras” (sambil duduk)
Gita        :” iya,kita bisa semakin cepat pergi ke panti sosialnya”
Naya      :” iya, ayo kita hitung uangnya” (naya memeriksa tasnya namun ia tidak menemukan dompetnya)
Naya      :” (terlihat panik) gita kamu simpan dimana dompetku?”
Gita        :” tadi aku simpan di tas kecilmu” (PD)
Naya      :”mana? Tidak ada!” (sambil terus memeriksa tasnya dan terlihat kebingungan)
Gita        :” tadi ada,coba cari lagi,aku bantu” ( sambil membantu memeriksa)
Naya      :” mana? Tidak ada! Kalau hilang bagaimana!” (dengan nada tinggi)
( suasana kelas terlihat mencekam,lalu datanglah marsya dengan membawa buku )
Marsya :” ada apa ini?”
Kekey   :” dompet naya hilang sya”( dengan nada panik)
Marsya :” memangnya di simpan di mana? Kok bisa hilang?”(penasaran)
Gita        :”tadi aku simpan di tas kecil naya”(ketakutan)
marsya :” ohhh....” (terlihat santai)
tiba tiba kenzi datang
kenzi     :”sudah di periksa?”
naya      :” sudah,tapi tidak ada”
kenzi     :”mungkin di curi!” (sambil menatap sinis ke arah gita)
naya      :”dicuri? Uang itu untuk panti sosial,tega sekali yang melakukannya” (raut wajah sedih)
kenzi     :” (kenzi berbisik ke telinga naya) aku tahu siapa yang mencuri” (naya mengrenyitkan alisnya)
kenzi menarik naya dan berkata sesuatu kepadanya sedangkan ravostta yang terlihat  bingung ditinggal begitu saja.
Kenzi     :” tadi aku melihat gita yang mencurinya”
Naya      :”apa? Gita? Tidak mungkin,justru ia yang aku suruh memasukkan dompetku ke tas”
kenzi     :” aku sudah tahu kalau kamu tidak akan percaya,tapi memang itu yang aku lihat,ayo kita buktikan!” (kenzi membawa naya kembali lagi ke ravostta)
kenzi     :” jadi musuh dalam selimut sahabat itu gak enak lho git!” (datang ke arah gita mengelilinginya dan berbalik arah menatap naya)
Gita terlihat bingung
Kenzi     :” gak usah sok innocence,gue tahu belang loe git” (tersenyum licik)
Kekey   :” maksud loe? Loe nuduh gita nyuri?!” (dengan nada tinggi)
Kenzi     :” stttt.... gue gak nuduh lho, jangan emosi dulu mbak...” (nyeleneh)
Kekey   :” jangan pernah loe nuduh sahabat gue yang nggak-nggak! Loe pikir loe itu siapa? Hah?”
Kenzi     :” eh,gue nggak nuduh! Gue Cuma curiga sama dia karena tadi yang gue lihat di kelas ya hanya dia! ataaau kalian berdua sekongkol?” 
Kekey   :” terserah loe deh! Niat kita baik,Cuma mau bantu naya berjualan! Kalau gak percaya loe periksa aja deh! Lagipula peduli banget sih loe sama kita,urusin aja tuh PC loe yang bobrok gara-gara dipake nge-hack orang-orang yang gak berdosa!
Kenzi     :” periksa? Oke kalau itu mau loe” (kenzi bergegas memeriksa tas kekey, tidak ada. Lalu tas marsya,tidak ada. Dan terakhir tas gita,dan ternyata ADA!)
Naya      :” (menatap seolah tidak percaya) ternyata benar apa kata kenzi, kalian jahat! Gue gak   percaya lagi sama kalian!” (dengan nada tinggi yang kecewa)
Kenzi     :” (tersenyum bahagia)”
Kekey   :”(menggelengkan kepala)”
Gita        :”aku... aku tidak melakukannya... “
Marsya :” gue percaya kok,” (dengan percaya dirinya dan menepuk pundah gita) gue percaya gita gak melakukannya, ini adalah tipu daya dari kenzi dengan strategi basinya yang ingin menghancurkan kita.”
Gita        :(tersenyum lega)
kekey    :” maksud kamu?”
Marsya :” iyah, tadi gue lihat gita masuk kelas menyimpan dompet naya, tidak lama kenzi masuk lalu memindahkannya ke dalam tas gita, dasar licik!” (melihat ke arah kenzi)
Kenzi     :” apa? Gue? Fitnah kalian? Gak! Gak penting banget gue lakuin hal itu, lagipula apa loe punya bukti yang medasar soal fitnah loe yang nuduh gue barusan?” (kenzi berupaya mengeles)
Marsya :” iya,gue punya” (dengan lantangnya,dan kenzi yang mendengar terlihat kaget)
ini,  (sambil memperlihatkan handphone-nya ke wajah kenzi)
kenzi     :” (kaget dan mencoba mengeles) maksud loe apa?”
marsya :” maksud gue apa? Seharusnya yang bertanya seperti itu ya kami,RAVOSTTA. Maksud loe dengan semua ini apa? Kenapa loe fitnah gita segitunya? loe benci RAVOSTTA? Kenapa? Apa salah kita ke loe ken? Apa?” ( dengan nada tinggi yang semakin lama mengecil)
kenzi     :” gue... gue(menunduk) gue sebenernya iri sama kalian... kalian selalu berada diatas gue, mulai dari pergaulan,popularitas, sampai akademik apalagi saat kalian semua ditunjuk langsung buat mewakili olimpiade nasional besok, elo sya sebenernya gue kagum sama loe yang pinter banget sama fisika, elo git, ilmu kimia loe lebih atas dari gue,dan loe key , gue juga kagum sama penelitian biologi yang membahas jangkrik itu. dan loe nay, jujur gue juga iri sama loe yang anak baru sudah punya banyak teman... maafin gue semuanya atas sikap gue yang kayak gini, gue emang salah...” (dengan nada menyesal)
kekey,gita,marsya dan naya terharu mendengarnya
kekey    :” (tersenyum)  gak usah sampai begitu... gue tahu gimana perasaan loe,dan gue juga ngerti kenapa loe ngelakuin ini.  kalau boleh jujur gue salut sama loe ken dengan ilmu IT loe yang gue belum punya. Gue juga iri sama loe karena kelebihan loe itu yang bagi gue keren banget.tanpa loe sadari loe sudah punya kelebihan yang RAVOSTTA belum punya kan?” (mengusap pundak kenzi)
marsya :”kekey bener,dan sebenarnya kita gak mau kalau loe terus-terusan berlaku aneh ke kita,kita gak mau punya musuh ken,”
kenzi     : “(kenzi mengangguk mantap) maafin gue ya semua... gue nyesel berbulan-bulan sudah ngelakuin hal-hal bodoh ke kalian,sekali lagi maafin gue terutama loe git”
Gita        :”iya gak apa-apa ken,gue juga ngerti kok” (tersenyum)
Naya      :”  (tersenyum) iya”
Kekey   :” Nah kalau begini endingnya itu artinya RAVOSTTA punya dua anggota baru dong, yang satu pinter IT dan satunya pinter bisnis!” (tersenyum riang)
 Kenzi    :” kamu bisa aja key!” (tertawa)
Marsya :” kami serius,untuk kalian berdua, selamat bergabung di RAVOSTTA”
(berpelukan)

EPILOG
Tanpa disangka-sangka ternyata kenzi yang iri dengan RAVOSTTA pun memiliki kelebihan yang tanpa ia sadari sejak lama melekat dalam dirinya,naya yang memliliki jiwa seni dan bisnispun merasa lega kerena konflik di sekolah barunya ini dapat segera terselesaikan,dan akhirnya RAVOSTTA memiliki lima personel yang hebat-hebat. Marsya yang jago fisika,Gita yang pintar kimia,Kekey yang pintar biologi,Kenzi yang jago IT dan Naya yang lihai dengan ekonomi dan seni nya...

Sekian 

Rabu, 28 November 2012

Puisi

Terus bermimpi


selama cahaya masih ada
dunia masih terang
selama jalan masih berliku
maka semakin banyak tikungan yang menghadang

asa adalah sebuah pengharapan
selama masih ada tujuan
maka masih ada jalan untuk kesana
walau harus memasuki jurang yang terjal
atau harus menaiki tebing yang tinggi

jangan ada kata menyerah
masa lalu adalah sebuah tongkat
penuntun jalan agar tidak jatuh pada lobang yang sama 
masa depan adalah tantangan
yang harus dihadapi dengan sebuah keberanian..